Mengenai Saya

Ketika kita diam maka semua sepertinya tidak ada persoalan tetapi ketika kita bersuara maka mereka akan tau bahwa kita mempunyai persoalan, yang harus di selesaikan. Kebenaran harus ditegakan, untuk mendapatkan kebenaran harus berjuang karena kebenaran telah tertindas, dan telah dengan sengaja ditutupi.....'aku merasa tertindas, apakah kamu merasa hal yang sama seperti aku sebelum aku akan mulai memposting blog ini aku mohon agar di mengerti semua bahasa atau kosa kata yang penulis buat di sini tidak ada komentar buat hal tidak benar dengan kata lain tidak membrikan ijin bagi siapapun yang menipu diri orang lain berarti telah menipu dirinya sendiri.........................
"Hikmat Dan Didikan Bersumber Dari'Nya" Amsal 1:7

Perjuangan Bangsa Papua

Jumat, 07 Februari 2014

PAPUA_ Karena TNI dan Pori Tembak Sembarang Akhirnya Warga Memilih Untuk Keluar dari Puncak Jaya






Kab, Puncakjaya Papua

Saat Penyisiran Di Dondobaga Pencak Jaya Oleh Tni n Plri
Papua_  Ratusan warga dikabarkan meninggalkan kampung halaman mereka di Puncak Jaya, Papua, karena ketakutan paska baku tembak antara kelompok bersenjata yang diduga dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan aparat. Salah satu warga bernama Muli Wonda mengatakan, dia terpaksa mengajak keluarganya
mengungsi ke Nabire. "Saya warga Dondobaga Kampung Kulirik. Sehari-harinya gembala sidang Gereja GIDI di sana," kata dia, Kamis 6 Februari 2014. Menurutnya, dia dan sekitar 200 warga lain merasa ketakutan karena baku tembak kerap terjadi di sekitar
Warga Sipil
kampung. Apalagi, aparat pun kerap menggelar razia. Mereka pun memutuskan mengungsi setelah aparat merazia Gereja GIDI Dondobaga. "Kami merasa tak nyaman lagi di kampung," katanya. Di tengah ketakutan warga, sambung dia, perhatian pemerintah Puncak Jaya sama sekali tidak ada. "Sampai sekarang Pemda Puncak Jaya, DPRD tidak ada di tempat. Masyarakat tidak tahu mereka ada di mana," kata dia. Dondobaga dihuni sekitar 2.500 jiwa. Sebagian sudah mengungsi ke Kota Mulia. Warga Dondobaga lainnya, Banius Wonda mengaku mengungsi ke Jayapura. "Saya sudah seminggu di Sentani bersama 50 warga lainnya," kata dia. Yulius Telenggen juga warga Dondobaga Kampung Kulirik memilih mengungsi ke Jayapura, karena merasa ketakutan di Kampung. "Kami merasa takut, sehingga mengungsi keluar Puncak Jaya. Kami terpaksa jual ternak babi dengan murah untuk ongkos," katanya. Sementara, imbuhnya, Pemerintah Puncak Jaya dan legislatif sama sekali tidak memberikan perhatian, karena mereka tidak ada di tempat saat dibutuhkan.

Dibantah
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Christian Zebua saat dikonfirmasi mengenai kondisi itu mengatakan,
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Christian Zebua
bahwa hal itu tidak benar. "Kondisi di Puncak Jaya baik-baik saja, tidak ada yang mengkhawatirkan, kalau ada yang bilang warga mengungsi, itu pernyataan dari sekelompok yang dilatarbelakangi kelompok tertentu," katanya. Juru bicara Polda Papua Kombes Pujo Sulistyo juga membantah ada pengungsi. "Tidak betul warga Puncak Jaya mengungsi. Di sana aman-aman saja," kata Pujo. Menurutnya, isu pengungsian ini dilemparkan kelompok tertentu. "Ini permainan isu. Begitu penegakan hukum dilakukan isu dihembuskan," ujar Pujo. Kalau penegakan hukum tidak dilakukan, negara malah akan dianggap anomali. "Kalau kami tak bertindak, jelas tidak akan ada kepastian hukum," katanya. (eh)

Tanggapan Masyarakat Terhadap bantahan Pangdam XVII Cendrawasi  Mayjen Christian Zebua
 Sedikit ulasan mengenai bantahan yang dilontarkan oleh Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Christian Zebua, menurut kami masyarakat puncak Jaya “sama sekali pangdam tidak tauh soal persoalan yang ada atu terjadi di puncak jaya pasca oprasi yang di lakukan oleh gabungan tni dan polri karena beliyau tidak berada di tempat walaupun tau tetapi munkin beliau tidak akan ambil pusing atau cendrung malas tauh dan menutup persoalan tersebut dan cendrung membantah hal tersebut
Menurut kami pangdam jangan menipu publik yang saat ini sangat hawatir dengan oprasi yang dilakukan oleh tni polri karena hal tersebut suda banyak menimbulkan korban dari masyarakat pribumi asli puncak atau daera konfilk tersebut  ini benar-benar pelanggaran ham berat yang dilakukan oleh bangsa ini dalam hal ini Tni dan Polri yang mengakibatkan jatuhnya korban di masyarakat kampung tersebuat yan.g tidak tau menauh soal persoalan tersebut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar