Mengenai Saya

Ketika kita diam maka semua sepertinya tidak ada persoalan tetapi ketika kita bersuara maka mereka akan tau bahwa kita mempunyai persoalan, yang harus di selesaikan. Kebenaran harus ditegakan, untuk mendapatkan kebenaran harus berjuang karena kebenaran telah tertindas, dan telah dengan sengaja ditutupi.....'aku merasa tertindas, apakah kamu merasa hal yang sama seperti aku sebelum aku akan mulai memposting blog ini aku mohon agar di mengerti semua bahasa atau kosa kata yang penulis buat di sini tidak ada komentar buat hal tidak benar dengan kata lain tidak membrikan ijin bagi siapapun yang menipu diri orang lain berarti telah menipu dirinya sendiri.........................
"Hikmat Dan Didikan Bersumber Dari'Nya" Amsal 1:7

Perjuangan Bangsa Papua

Jumat, 14 Maret 2014

PAPUA "Marinus Yaung Di Teror" Ini Komentar Socratez Yoman Menyoal Persoalan Teroris Buatan Indonesia

Ketua Badan Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, yang juga Pembela HAM di Papua, yakni, Socratez Yoman

 
JAYAPURA - Adanya intimidasi terhadap Pengamat Sosial, Politik dan Hukum Internasional, Marinus Yaung Ketua Badan Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, yang juga Pembela HAM di Papua, yakni, Socratez Yoman.
Pengamat Sosial, Politik dan Hukum Internasional   

Yaung dari orang tak dikenal, nampak menjadi perhatian serius
Ditegaskan,  selama ini yang mempersoalkan masalah Papua itu bukan hanya Marinus Yaung seorang saja, tetapi juga semua masyarakat Papua, dan juga dunia internasional,  diantaranya Pemerintah Inggris, Australia, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Jepang, PNG, anggota negara MSG dan lainnya.
  “Jadi persoalan Papua yang khususnya HAM itu juga menjadi perbincangan negara-negara di dunia, yanga   tadinya hanya dibicarakan oleh LSM, akademisi, dan beberapa kalangan tertentu saja,” ungkapnya saat menghubungi Bintang Papua,  via ponselnya, Senin, (10/3).
  Menurutnya, Marinus Yaung seorang figur publik diteror, apalagi masyarakat kecil tentunya akan sangat lebih menyakitkan lagi bentuk terornya. Maka dari itu  para pihak di Papua harus pahami bahwa persoalan ini sudah diketahui dunia internasional.
Lanjutnya, jika seandainya Marinus Yaung membuat laporan bahwa dirinya didatangani oleh orang-orang yang tidak dikenal dan juga dikirim SMS bahwa tidak setuju dengan pernyataan dirinya, maka hal itu akan sangat berdampak besar walaupun laporannya sangat singkat, dimana itu menujukkan kepada dunia internasional bahwa demokrasi di Papua sudah dibungkam oleh penguasa, dan itu salah satu bukti bahwa pernyataan Perdana Menteri Vanuatu itu benar. Itu menjadi amunisi masyarakat  internasional untuk menyampaikan kepada PBB dan masyarakat Internasional.
Baginya, persoalan Papua bukan dengan teror, tapi harus melalui dialog. Dan disini yang melebarkan dan juga menginternasionalisasi masalah Papua adalah Pemerintah Indonesia sendiri, dan aparat keamanan di Papua yang tidak profesional.
  Tentunya tindakan dan sikap Pemerintah Indonesia bersama aparat keamanannya tersebut jelas akan mempercepat proses pelepasan Papua dari Indonesia. Pasalnya itu adalah perilaku aparat keamanan yang tidak pernah merubah paradigma mereka, mereka melakukan pendekatan keamanan yang kuno, pendekatan keamanan primitif dan pendekatan keamanan barbar, yang tidak pernah mengadakan pendekatan kemanusiaan, dan  yang profesional, dan rasa keadilan tidak pernah dikedepankan, tetapi hanya mempromosikan watak kekerasannya selama ini.
  “Jadi stoplah menteror orang dan mengintimidasi orang, karena ini sudah era globalisasi dan era keterbukaan sehingga setiap masalah tidak ada rahasia lagi,” bebernya.
  Lanjutnya, solusi dalam menyelesaikan persoalan Papua tidak lain ialah solusi yang bermartabat dan manusiawi berupa dialog damai yang antara Pemerintah Indonesia dan Papua tanpa syarat yang dimediasi pihak ketiga, karena persoalan Papua sejak dulu, itu sudah ada keterlibatan masyarakat internasional, termasuk Amerika, Belanda, dan juga PBB, yang secara moril harus bertanggungjawab atas kejahatan pelanggaran HAM di Papua, dan tidak boleh berada di luar bingkai masalah Papua.
  “Aparat keamanan menyebut orang itu teroris, tetapi kenyataannya perilakunya juga menunjukan seperti seorang teroris. Karena mengganggu ketenangan orang itu juga teroris,” pungkasnya. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar