Mengenai Saya

Ketika kita diam maka semua sepertinya tidak ada persoalan tetapi ketika kita bersuara maka mereka akan tau bahwa kita mempunyai persoalan, yang harus di selesaikan. Kebenaran harus ditegakan, untuk mendapatkan kebenaran harus berjuang karena kebenaran telah tertindas, dan telah dengan sengaja ditutupi.....'aku merasa tertindas, apakah kamu merasa hal yang sama seperti aku sebelum aku akan mulai memposting blog ini aku mohon agar di mengerti semua bahasa atau kosa kata yang penulis buat di sini tidak ada komentar buat hal tidak benar dengan kata lain tidak membrikan ijin bagi siapapun yang menipu diri orang lain berarti telah menipu dirinya sendiri.........................
"Hikmat Dan Didikan Bersumber Dari'Nya" Amsal 1:7

Perjuangan Bangsa Papua

Senin, 04 November 2013

BOEDIONO DISAMBUT BINTANG KEJORA DI OXFORD


Jayapura, 31/10 – Lokasi ujian Universitas Oxford, Inggris menjadi tempat berunjukrasa aktivis Papua Merdeka di Inggris, Rabu (30/10).
Aktivis Papua Merdeka ini berunjuk rasa saat kedatangan Wakil Presiden Indonesia, Budiono, yang diundang oleh Universitas Oxford untuk berbicara tentang  Transformasi Indonesia : Tantangan Pemerintahan Yang Baik dan Pembangunan Ekonomi. Mereka membawa spanduk dan dan mengibarkan bendera Bintang Kejora di pintu masuk utama universitas.
Serogo Tabuni, pemimpin para pengunjukrasa ini, seperti dilansir situs http://oxfordstudent.com, mengatakan, “Indonesia telah secara ilegal diduduki Papua Barat selama lima puluh tahun, dan pembunuhan, penyiksaan dan intimidasi masih terjadi sampai hari ini. Tidak ada demokrasi dan tidak ada jurnalisme yang terbuka di Papua Barat. Bahkan organisasi seperti Palang Merah dan  Amnesty dilarang.”
Serogo menambahkan bahwa orang Papua tidak akan pernah menyerah melawan kolonialisme Indonesia untuk menentukan nasib sendiri. Para pengunjukrasa ini mengklaim kampanye mereka telah mendapat dukungan dari tokoh masyarakat di Oxford termasuk Walikota Oxford dan mantan Uskup Oxford.
Lauren Horswell, warga Inggris yang mendukung Gerakan Papua Merdeka, berpendapat sangatlah ironis sementar situasi di Papua Barat memprihatinkan namun pihak universitas malah mengundang Wakil Presiden Indonesia untuk berbicara mengenai good governance.
“Mereka (Universitas-red) harus berpikir tentang orang-orang yang mereka ajak bicara dan pesan-pesan yang mungkin mereka bawa. Dan meminta mereka untuk mempertimbangkan beberapa perspektif yang berbeda.” lanjut Horswell, memberikan saran buat Universitas Oxford.
“Saya tidak punya masalah dengan Wakil Presiden yang diberi platform untuk berbicara, tetapi kampanye seperti ini harus diberikan platform juga.” tambah Horswell.
Charlie Silver, seorang mahasiswa kimia mengaku tidak tahu apa yang sedang terjadi di Papua.
“Tapi tampaknya ini merupakan sesuatu yang diakui. Ini akan menarik untuk mengetahui lebih banyak dan melihat apakah para pengunjuk rasa memiliki sesuatu yang valid dalam kasus mereka.” kata mahasiswa Oxford ini.
Kuliah Dr Boediono di Universitas Oxford ini merupakan bagian dari program yang diselenggarakan oleh Universitas Blavatnik School of Government.


Sumber :  http://tabloidjubi.com/2013/10/31/boediono-disambut-bintang-kejora-di-oxford/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar