Mengenai Saya

Ketika kita diam maka semua sepertinya tidak ada persoalan tetapi ketika kita bersuara maka mereka akan tau bahwa kita mempunyai persoalan, yang harus di selesaikan. Kebenaran harus ditegakan, untuk mendapatkan kebenaran harus berjuang karena kebenaran telah tertindas, dan telah dengan sengaja ditutupi.....'aku merasa tertindas, apakah kamu merasa hal yang sama seperti aku sebelum aku akan mulai memposting blog ini aku mohon agar di mengerti semua bahasa atau kosa kata yang penulis buat di sini tidak ada komentar buat hal tidak benar dengan kata lain tidak membrikan ijin bagi siapapun yang menipu diri orang lain berarti telah menipu dirinya sendiri.........................
"Hikmat Dan Didikan Bersumber Dari'Nya" Amsal 1:7

Perjuangan Bangsa Papua

Selasa, 23 Juli 2013

Danny Kagoya ajak aktivis OPM kumpul di camp Victoria



Lanjutkan perjuangan kemerdekaan dari Papua Nugini


PORT MORESBY (WIN): Danny Kogoya, salah seorang komandan sayap militer Organisasi Papua Merdeka yang kini bersembunyi di Papua Nugini, mengajak agar para tokoh OPM berkumpul untuk melanjutkan perjuangan merdeka dari Indonesia. Laporan terbaru Radio ABC Australia yang dikutip Whatindonews.com pada Kamis (11/7/13) menyebutkan Kogoya yang menyusup  ke Papua Nugini 2012 sekarang berada di tempat persembunyian yang dikenal sebagai Kamp Victoria.Kamp itu berlokasi dekat dengan perbatasan Papua Nugini dan Papua Barat.
Dia mengajak agar semua tokoh gerakan OPM berkumpul di sana untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan dari Indonesia. "Saya ingin Jacob Prai di Swedia, John Ondawame di Australia, Semua orang pemimpin di luar negeri untuk kembali ke kamp ini, kamp Victoria, untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan," katanya.
Kogoya yang telah diamputasi saat ditahan tahun lalu oleh polisi telah bersumpah akan terus melakukan perlawanan meski berada di dalam hutan. Dia menyusup ke Papua Nugini setelah diancam akan ditangkap kembali, kendati sudah dibebaskan. “Yang kedua kaki ini dipotong karena OPM, pribadi saya minta merdeka. Papua harus keluar dari Indonesia,” kata Kogoya.
Kogoya juga mengklaim telah memerintahkan pasukan 7.000 orang pasukan untuk bersiaga dengan sekitar 200 pejuang aktif, tetapi jumlah itu tidak dapat diverifikasi.
Sementara Jurnalis Radio Australia, Liam Cochrane dalam laporannya menyebut pasukan Kogoya yang berada di kamp Victoria hanya memiliki senjata rakitan tanpa berisi peluru.
Sementara itu pada Juni 2013, Papua Nugini dan Indonesia telah menandatangani perjanjian ekstradisi. Perjanjian itu dapat digunakan untuk menargetkan mengekstradisi aktivis OPM Papua Barat yang kini berada di Papua Nugini.
Sedangkan Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill mengatakan perjanjian ekstradisi akan digunakan untuk penjahat dan bukan aktivis politik, tapi untuk mereka yang bisa dianggap mengganggu itu masih harus diuji.  "Kami berpendapat kebijakan dan masalah Papua Barat merupakan bagian integral dari Indonesia. Kami telah secara konsisten mempertahankan itu," katanya. (win7)

Sumber : http://whatindonews.com/id/post/5756

Tidak ada komentar:

Posting Komentar